googlee6e6284dfbbf1ecb.html Oktober 2010 ~ Sang Pemburu Berita

Minggu, 31 Oktober 2010

Emosi Berlebih Dapat Membuat Balita Ini Meninggal

Setiap ibu pasti menginginkan anaknya dapat bereaksi sesuai apa yang dialami dan dirasakannya, tapi tidak bagi Tina Cleveland, warga Inggris. Pasalnya, ibu berusia 42 itu justru harus menjaga anak balitanya, Holly, agar tidak terlalu senang atau sedih, karena jika hal itu terjadi, jantung Holly akan berhenti berdetak.

Holly didiagnosa mengidap reflex anoxic seizures (RAS), penyakit yang diakibatkan oleh kondisi kurangnya darah dari jantung ke otak. Kesal, nyeri, kelelahan atau kegembiraan dapat memicu serangan jantung yang dapat membuat balita berusia 2 tahun itu berhenti bernapas selama 20 detik, dan dapat membuatnya meninggal. Sebelum terdiagnosa menderita RAS, Tina kerap memberitahu Holly agar tidak nakal dan menahan napasnya saat sedang tantrum (mengamuk).
"Seringkali orang berpikir dia menahan napas karena marah, tetapi itu terjadi karena kondisi jantungnya," kata Tina, seperti dikutip VIVAnews dari The Sun.
Hingga kini belum ada ruang khusus di rumah sakit-rumah sakit Inggris untuk penderita penyakit seperti yang diidap Holly, sehingga setiap saat, setiap waktu, Tina dan suaminya, Ray, hanya bisa berupaya mencegah agar
Holly tidak terlalu lelah secara fisik maupun emosi, karena jika Holly terlalu sedih atau terlalu senang, jantungnya bisa berhenti berdetak secara tiba-tiba.
"Saat dokter mengatakan aku harus membuat Holly tidak terlalu senang dan sedih, aku merasa terkejut. Karena hanya itulah yang dilakukan balita," kata Tina menambahkan.
Pada Oktober 2009, ketika usia Holly 20 bulan, Tina dan Ray meminta adiknya, Nicola, untuk menjaga Holly dan anak laki-laki mereka Ryan. Tapi, ketika Tina dan Ray kembali ke rumah mereka, ada pesan dari anak tiri Nicola, Alex, yang mengatakan sesuatu yang buruk telah terjadi.
Ray menjelaskan, Holly pingsan dan berhenti bernapas. Ketika di rumah sakit, suster menjelaskan, Holly sempat tidak bernapas selama beberapa waktu. Gadis kecil ini langsung dimonitor untuk mengetahui kondisinya lebih detail.
"Holly dikeliling mesin bantu napas. Sangat menyedihkan, aku takut terjadi sesuatu pada putri kecilku," kata Tina.
Dokter mengatakan pernah ada kondisi seperti yang dialami Holly. Hari berikutnya Holly didiagnosis mengidap RAS dan Tina terkejut karena dokter mengatakan, bahwa Holly tidak menahan napas karena marah dan menderita kejang akibat kekurangan suplai darah ke otak. Gejala kejang dan berhenti bernapas yang dialami Holly rata-rata terjadi satu hingga tiga kali dalam seminggu.


Amien Rais : Indonesia Sedang Diazab Tuhan

Bencana yang datang silih berganti menimpa Indonesia, bahkan sepanjang Oktober 2010 tiga bencana datang secara beruntun, dinilai sebagai azab dari Tuhan akibat perilaku bangsa ini yang bergelimang dosa.

Anggapan tersebut diungkap Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional, Amien Rais. Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada ini bangkan meminta agar orang Indonesia introspeksi diri.
Seperti dikutip dari VIVAnews.com, Senin 1/11/2010), Amien mengatakan, saat ini di Indonesia banyak sekali ketidakadilan. Bahkan di pengadilan pun keadilan dan kebenaran sulit didapat. Selain itu, bangsa ini pun telah mengalami kemerosotan moral.
"Menurut saya, dari semua teologi, berpendapat sama. Jadi ini seperti bentuk azab, karena bangsa kita sudah terlalu banyak melakukan pembangkangan, seperti kaum Nabi Luth," imbuh Amien.
Seperti diketahui, kaum Nabi Luth adalah kaum yang gemar melakukan hubungan sesama jenis. Kaum ini dimusanahkan Allah dengan gempa bumi hebat disertai angin kencang dan hujan batu. Yang terjadi di Indonesia saat ini bukan hanya hubungan sesama jenis, tapi banyak lagi, seperti korupsi, praktek jual beli hukum, penistaan agama, dan sebagainya. Bahkan di negara ini yang tak bersalah bisa dipenjara, sementara yang seharusnya dipenjara bisa melenggang di alam bebas karena berkolusi dengan okum aparat.
Amiem meminta masyarakat Indonesia rendah hati dan introspeksi, serta melakukan perbaikan diri.
Tiga bencana yang menimpa Indonesia pada Okrober 2010 adalah banjir bandang di Wasior, Papua, pada 7 Oktober yang menewaskan sedikitnya 110 orang; gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada 25 Oktober yang menewaskan sedikitnya 450 orang; dan letusan gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada 26 Oktober yang menewaskan 37 orang. Hingga Senin (1/11/2010) Merapi masih melakukan aktivitas vulkanik dengan terus menerus mengeluarkan lava dan awan panas piroklastik alias wedhus gembel. Bahkan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono kepada Media Indonesia, Minggu (31/10/2010) mengatakan, aktivitas Merapi akan berlangsung lama, karena letusan Merapi bersifat maraton, bukan sprint.


Jumat, 29 Oktober 2010

Gemar Setubuhi Binatang, Pria Portugal Dibunuh

Keterlaluan! Tidak normal! Mungkin itulah kecaman yang akan Anda lontarkan untuk kebiasaan buruk Jaime Pires (68). Pasalnya, warga sebuah desa di kota Proenca-a-Velha, Portugal, tersebut gemar menyetubuhi hewan ternak, sehingga bukan hanya dijuluki "Janime Domba', tapi juga dibunuh pemilik ternak yang menjadi korbannya.

Seperti dikutip dari laman The Sun edisi Jumat (29/10/2010), Jaime sebenarnya sempat minggat dari desanya karena warga di desa itu sangat muak terhadapnya, namun entah mengapa dia kembali lagi, dan kali ini nasibnya apes. Ketika melihat Russo, keledai betina milik Jose Gomes Pinto (55), tetangganya, dia tergoda. Tanpa pikir panjang, Jaime pun menggarap binatang mirip kuda kecil itu di kandang pemiliknya, tapi kepergok Pinto. Bukan main emosinya sang tetangga melihat tabiat buruk Jaime. Lelaki bejad itu ditikam dengan pisau cukur hingga bersimbah darah dan tewas, dan Pinto harus berurusan dengan hukum.
Saat disidang, Pinto membela diri dengan mengatakan, dia kalap membunuh Jaime demi mengamankan ternaknya dari keberingasan dan perilaku bejat Jaime. Sejumlah warga yang dihadirkan sebagai saksi, membenarkan kalau Jaime memang suka menyetubuhi ternak, dan hobi tak normal ini sudah berlangsung sejak 12 tahun silam. Beberapa warga bahkan pernah memergoki Jaime sedang menyetubuhi ayam, domba, keledai dan hewan lain.
Wali Kota Proenca-a-Velha, Francisco Silva, menilai pembunuhan itu sangat menyedihkan. Walau begitu, Wali Kota juga heran mengapa ada pria yang keranjingan terhadap binatang.


Gempa Kembali Guncang Mentawai

Belum tuntas penanganan bencana akibat gempa berkekuatan 7,2 pada skala Ritcher (SR) yang disusul gelombang tsunami yang melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pada Senin (25/10/2010) pukul 21.42 WIB, kabupaten itu kembali diguncang gempa, Sabtu (30/10/2010) pukul 01.05 WIB.

Seperti dikabarkan Detik.com, menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 5,1 SR tersebut berpusat di 108 Km barat daya Kecamatan Pagai Selatan dengan berkoordinat 3.45 lintang selatan (LS ) - 99.42 bujur timur (BT). Gempa terjadi pada kedalaman 27 km. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Sementara itu, terkait gempa dan tsunami pada Senin lalu, hingga kini jumlah tewas akibat akibat bencana ini mencapai 413 orang meninggal, sementara yang masih hilang sebanyak 298 hilang. Selain itu, 270 Orang luka berat, 162 luka ringan, dan 12.935 orang terpaksa hidup di barak-barak pengungsian karena rumah mereka hancur dan rata dengan tanah akibat sapuan gelombang tsunami.
Kepada Media Indonesia, Rohana Manaloppa (21), warga Desa Maonai, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Mentawai, yang menjadi salah seorang korban selamat, bercerita, ketika gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang, guncangan yang dirasakan memang tidak sehebat guncangan gempa pada 12 September 2007 yang berkekuatan 8,4 SR.
"Waktu itu kami memang sempat kaget juga, tapi kemudian ada yang kembali tidur. Kami sama sekali tak menyangka ada tsunami," katanya.
Bersama kakak-kakaknya, Ermelita Triana, Yudi Suriata, dan Ilderita Foranja, Ana, demikian gadis itu disapa, kembali melanjutkan bersantai di dalam rumah sambil bercanda.
"Sekitar 10 menit setelah gempa, tiba-tiba terdengar bunyi bergemuruh dari arah pantai. Semula kami menyangka itu pesawat terbang. Karena heran, saya dan Kak Ita (Ilderita), pergi ke luar rumah untuk melihat pantai," imbuhnya.
Begitu pintu depan dibuka, Ana dan Ita kaget karena ombak setinggi 8 meter tengah bergerak ke arah mereka sambil menghantam beberapa rumah di depan rumahnya.
"Kami langsung berlari ke arah bukit. Kami terpisah," imbuh Ana lagi.
Malang tak dapat ditolak dan untuk tak dapat diraih, gelombang tsunami yang dahsyat menggulung mereka dan semua yang ada di sekitarnya. Ita yang berusaha berpegangan pada bangunan gereja, dihempas gelombang ke tepi bukit. Begitupula Ana. Setelah tsunami berlalu, surut kembali ke laut, keduanya mengungsi. Kejadian ini membuat Ana kehilangan kedua kakaknya yang lain, Ermelita dan Yudi, yang tak sempat menyelamatkan diri, serta kedua orangtuanya yang saat kejadian sedang berkunjung ke rumah famili di Dusun Purourougat yang juga diterjang tsunami.
"Sampai sekarang, setiap malam saya masih belum bisa tidur karena kejadian itu terbayang-bayang di depan mana," kata Ana lagi seraya berlinangan air mata.
Di Dusun Purourougat, Hormat Sitalsaogo (71), hanya dapat termenung dengan mata berkaca-kaca seraya bertopang pada tongkatnya, karena banyak sekali kerabat kakek ini yang tewas diterjang tsunami. Bahkan dusunnya hancur total karena dikikis gelombang laut pembunuh itu.


15 Gunung Berapi Memasuki Siklus Letusan

Jumlah gunung berapi di Indonesia yang mengalami peningkatan status dari aktif normal menjadi 'Waspada', menjadi 15. Kawasan wisata yang ada di sekitar gunung-gunung itupun harus ditutup, karena membahayakan keselamatan pengunjungnya.

Seperti diberitakan Media Indonesia, Sabtu (30/10/2010), 15 gunung yang mengalami peningkatan status adalah Gunung Papandayan (Jawa Barat), Anak Krakatau (Banten), Kerinci (Jambi), Talang (Sumatera Barat), Dieng (Jawa Tengah), Slamet (Jawa Tengah), Rinjani (Flores), Rokatenda (Flores), Bromo (Jawa Timur), Soputan (MInahasa), Lukuno (Almahera), Gamalama (Ternate), Karengetang (Sulawesi Utara), Egon (Flores), dan satu gunung lagi di Papua.
Sementara sebelumnya, Jumat (29/10/2010), VIVAnews mengabarkan, gunung yang mengalami peningkatan status ada delapan, yakni Gunung Sinabung (Sumatera Utara), Talang (Sumatera Barat), Anak Krakatau (Lampung), Papandayan (Jawa Barat), Slamet (Jawa Tengah), Dieng (Jawa Tengah), Semeru (Jawa Timur), dan Bromo (Jawa Timur). Berita selengkapnya, KLIK DI SINI.
Terkait meningkatnya status 15 gunungu, seperti dikutip Media Indonesia, Peneliti Badan Geologi Bandung, Igan Sutawijaya, menjelaskan, gunung-gunung itu memiliki siklus erupsi empat hingga delapan tahun, dan saat ini gunung-gunnung itu telah tiba pada siklusnya.
"Saat tiba pada siklusnya, mereka mengeluarkan energi berupa letusan," katanya.
Jumat (29/10/2010), Badan Geologi Bandung telah meminta Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, untuk menutup lokasi wisata di sekitar Gunung Papandayan. Apalagi karena gunung itu sempat menimbulkan gempa berkekuatan 4,5 pada skala Ritcher (SR).
"Aktivitas Papandayan terus meningkat. Salah satu indikasinya adalah, terjadinya letusan freatik disertai munculnya uap panas dan gas beracun. Juga gempa vulkanik dan tektonik," jelas Kepala Badan Geologi Bandung, R. Sukhyar.
Diakui, peningkatan aktivitas Papandayan dapat membahayakan wisatawan yang berkunjung ke lokasi di sekitar gunung itu, karena pengelola harus menutup lokasi itu.
Di sisi lain, peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau tercatat pada seismograf di pos pemantau Desa Pasauran, Serang, Banten. Alat itu mencatat adanya gempa vulkanik rata-rata sebanyak 300 kali per hari di gunung yang berada di Selat Sunda tersebut. Gunung itu bahkan juga mengeluarkan gumpalan asap setinggi 400-700 meter. Petugas pemantau, Anton Pambudi, bahkan meminta warga Banten agar waspada, karena Anak Krakatau telah membentuk kawah baru di sebelah barat daya kawah lama yang meletus pada 28 Oktober 2008.
Di sisi lain, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, telah meminta warga di lereng Gunung Rokatenda dan Egon di Kabupaten Sikka, Flores, agar tidak panik meski kedua gunung itu mengalami peningkatan aktifitas. Tapi dia meminta agar warga mengikuti perkembangan gunung-gunung itu dan taat jiki diperintahkan mengungsi.


Merapi Meletus Lagi

Seperti telah diperkirakan sebelumnya, Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah meletus kembali, Sabtu (30/10/2010) sekitar pukul 00.40 WIB, dengan disertai ledakan keras dan semburan abu vulkanik.

Seperti dikutip Detik.com, Shocker, seorang relawan musibah gunung Merapi yang juga seorang pecinta alam, menuturkan, saat erupsi terjadi, mula-mula kawah Merapi menyemburkan asap putih yang membuat seluruh puncaknya tertutup awan itu. Kemudian menyembur asap hitam yang langsung menenggelamkan asap putih tersebut, dan membuat langit yang masih diselubungi kegelapan malam, menjadi semakin pekat. Lalu lava pijar meleleh dari kawah, dan tak lama kemudian terdengar ledakan yang teramat keras, bergemuruh seperti halilintar, dan berkali-kali.
Letusan kedua Merapi ini membuat wilayah di sekitarnya, yaitu Yogyakarta dan Klaten (Jawa Tengah), mengalami hujan abu vulkanik, sama seperti ketika Merapi meletus pertama kali pada Selasa (26/10/2010) pukul 17.02. Hujan abu yang mencakup area seluas 20 km dari gunung Merapi ini baru mereda sekitar pukul 04.00 seiring dengan menurunnya kembali aktivitas gunung berapi setinggi 2.914 meter dari permukaan laut yang paling aktif di Pulau Jawa tersebut.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, kepada VIVAnews mengatakan, ledakan yang dikeluarkan Merapi saat meletus kali ini memang besar, dan belum pernah terjadi sebelumnya.
"Ketinggian awan hitam yang dimuntahkannya mencapai 3,5 km," imbuhnya.
Letusan kedua Merapi ini membuat warga di sekitarnya kembali panik. Warga yang mengungsi di Desa Selo, Klaten, Jawa Tengah, dan di Desa Umbulharjo, Sleman, Yogyakarta, bahkan harus dievakuasi ke lokasi yang lebih jauh dari Merapi. Dalam sekejap, jalan-jalan di kawasan Klaten dan Yogyakarta menjadi hiruk pikuk oleh para pengungsi yang berusaha menyelamatkan diri dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Derasnya muntahan abu vulkanik Merapi membuat jalan-jalan di dua wilayah itu tertutup debu bercanpur pasir hingga ketebalan sekitar 2 cm. Petugas relawan dan TIM SAR kembali membagi-bagikan masker guna mencegah werga menghirup debu yang berbahaya bagi kesehatan tersebut.
Surono menambahkan, letusan kedua Merapi ini kemungkinan belum menghentikan aktivitas vulkanik gunung itu, sebelum semua energi yang disimpan gunung itu sejak meletus terakhir pada 2006, belum habis dikeluarkan.


Merapi Kembali Muntahkan Wedhus Gembel

Untuk ketiga kalinya Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas piroklastik, Jumat (29/10/2010), pukul 11.35 WIB. Bahkan muntahan awan yang oleh warga setempat disebut wedhus gembel tersebut disertai genpa berkekuatan 3,2 pada skala Ritcher (SR). Muntahan awan dengan suhu mencapai 800 derjat celcius ini membuat warga Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, yang bermukim di lereng selatan gunung itu ketakutan dan minta dievakuasi.

Merapi pertama kali memuntahkan wedhus gembel pada pukul 05.30 WIB, kedua pukul 06.10 WIB. Muntahan wedhus gembel yang pertama kecil, sementara kedua cukup besar, namun awan panas dengan kecepatan luncur dapat mencapai 200 km/jam ini hanya mencapai jarak  2 km dari puncak Merapi, tidak mencapai permukiman warga, sehingga tidak membahayakan.
Namun luncuran wedhus gembel pada pukul 11.35 WIB, seperti di beritakan Kompas.com, sangat besar, meski hanya meluncur sejauh 1,4 km dari puncak gunung, menuju arah barat. Luncuran ini juga disertai gempa bumi berkekuatan 3,2 SR dan guguran lava. Gempa berpusat di darat dengan pusat episentrum 15 km tenggara Bantul dengan kedalaman 10 Km, berada di 7,99 Lintang Selatan dan 110,42 Bujur Timur.
"Luncuran awan panas itu tidak terpantau karena tertutup awan mendung, namun dapat dilihat dari Klaten," ujar Yongki, anggota Badan SAR Nasional (Basarnas). Karena meluncur ke arah barat, awan mematikan itu dipastikan menuju Kali Krasak dan Kali Adem.
Luncuran awan panas Merapi yang bertubi-tubi ini membuat warga Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang berada di lereng gunung itu, ketakutan, sehingga kembali minta dievakuasi ke barak-barak pengungsian. Jumlah warga yang dievakuasi, menurut Media Indonesia online, mencapai ratusan orang. Mereka penduduk tiga desa yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) III erupsi Merapi, yaitu Tegalmulyo, Sidorejo, dan Balerante. Evakuasi dilaksanakan oleh tim SAR dibantu aparat gabungan dari TNI dan Polri.
"Yang dievakuasi adalah warga pengungsi juga yang setiap hari pulang untuk mencari pakan ternak. Mereka terpaksa pulang dari pengungsian karena ternak tidak ada yang mengurus," kata Kepala Sub Bidang Potensi Linmas Badan Kesbangpol dan Linmas Klaten Joko Rukminto.
Setiap pagi pengungsi pulang ke rumah masing-masing untuk mencari rumput sebagai pakan ternak mereka. Jumlah mereka, menurut Joko, sekitar 1.500 orang atau 30% dari jumlah pengungsi yang tercatat 5.308 jiwa. Tetapi, pada sore hari mereka kembali ke pengungsian.
Ngadinah, 70, salah satu warga Dukuh Karang, Desa Sidorejo, saat Merapi meletus lagi, warga sedang beraktivitas mencari pakan ternak. "Kami berteriak ketakutan ketika puncak gunung menyemburkan api," ujarnya setelah turun dari truk yang mengevakuasinya ke pengungsian.


8 Gunung Berstatus Waspada

Belum reda tiga bencana besar yang melanda Indonesia, yakni banjir bandang di Wasior, Papua; gempa dan tsunami di Mentawai; dan letusan Gunung Merapi, Indonesia harus bersiap menghadapi kemungkinan datangnya bencana besar yang lain; letusan lebih dari satu gunung!

Seperti dikutip dari laman VIVAnews, Jumat (29/10/2010), saat ini Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMGB) Kementerian ESDM telah menetapkan delapan gunung api di Pulau Sumatera dan Jawa dalam status Waspada. Pasalnya, gunung-gunung ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup signifikan, sehingga siapapun dilarang untuk mendekati kawahnya.
"Status waspada kita berikan karena kawah gunung-gunung itu tidak dalam kondisi aman untuk didekati," tegas Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Api PVMBG Agus Budianto.
Kedelapan gunung dimaksud adalah Gunung Sinabung (Sumatera Utara), Talang (Sumatera Barat), Anak Krakatau (Lampung), Papandayan (Jawa Barat), Slamet (Jawa Tengah), Dieng (Jawa Tengah), Semeru (Jawa Timur), dan Bromo (Jawa Timur).
"Anak Krakatau kerap mengeluarkan lava pijar dengan volume kecil, namun tidak berbahaya karena permukiman terdekat berjarak sekitar 46 km. Aktivitas gunung ini sudah terjadi sejak 2007 sampai saat ini," imbuh Agus.
Sedangkan Gunung Semeru hingga saat ini masih dalam proses pembentukan kubah lava, namun kerap terjadi letusan kecil meski tidak berbahaya.
"Tapi akan sangat berbahaya bila ada manusia yang mendekat ke arah kawah," imbuhnya.


Kamis, 28 Oktober 2010

Merapi Kembali Muntahkan Wedhus Gembel

Setelah sempat tenang sepanjang Kamis (28/10/2010), gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas ke sisi selatan, Jumat (29/10/2010). Akibatnya, warga Dusun Sambungrejo, Kecamatan Balerante, Klaten, Jawa Tengah, panik, karena awan dengan suhu mencapai 800 derajat celcius itu mengarah ke desa mereka.

Seperti dikutip dari laman Detik.com, Jumat (29/10/2010), awan panas yang oleh penduduk setempat disebut wedhus gembel itu keluar dari kawah Merapi pada pukul 05.30 dan 06.10 WIB. Ketika pertama kali keluar, tidak terlalu besar, namun yang kedua lumayan besar. Awan berwarna gelap pekat dengan suhu mencapai 800 derajat celcius itu meluncur ke arah kali Gendol dan kali Woro yang berada di sisi selatan gunung, namun tidak sempat mencapai Dusun Sambungrejo yang memang sangat dekat dengan puncak Merapi, karena ketika luncuran awan panas itu mencapai jarak sekitar 2 km dari puncak Merapi, awan mematikan itu dihembus angin.
Namun demikian, begitu melihat gulungan wedhus gembel mengarah ke desanya, warga dusun itu langsung panik dan ketakutan. Mereka membunyikan kentongan sebagai tanda bahaya, dan terbirit-birit meninggalkan rumahnya masing-masing. Apalagi karena ketika Merapi memuntahkan awan panas, debu vulkanik masih terlihat menggantung di sebelah selatan lereng Merapi.
"Tadi juga sempat ada suara bergemuruh," ujar petugas di pos pengamatan Kaliurang, Priyono.
Sebelumnya, Kamis (28/10/2010) pukul 19.54 WIB Merapi juga memuntahkan awan panas yang cukup besar dengan disertai munculnya lava pijar. Seperti halnya awan panas yang muncul Jumat (29/10/2010) pagi, awan piroklastik itu juga meluncur ke arah selatan gunung.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) , Surono, kepada Media Indonesia mengatakan, munculnya lava pijar menunjukkan erupsi khas Merapi, dan dia berharap aktivitas gunung itu segera menurun.
"Tapi hingga saat ini status Merapi masih awas," tegasnya.
Setelah meletus pada Selasa (26/10/2010) pukul 17.02 WIB, gunung Merapi sempat tenang kembali. Namun dengan keluarnya kembali awan panas pada Kamis malam dan Jumat pagi, Kabid PVMBG Kementerian ESDM, I Gede Wayan Swastika, mengakui, kalau masih ada 2/3 sisa energi Merapi yang belum keluar.
"Tapi itu bukan berarti akan ada letusan besar. Letusan seperti itu terjadi kalau sisa energinya dikeluarkan sekaligus, tapi sepertinya Merapi akan mengeluarkan sisa energi itu sedikit demi sedikit hingga habis. Makin sering dikeluarkan, makin bagus, karena makin cepat selesai," jelasnya.
Namun demikian Gede mengakui, ada kemungkinan sisa energi Merapi akan dikeluar dalam waktu bersamaan alias sekaligus.


27 Dusun di Mentawai Hancur Akibat Tsunami

Tsunami yang menghantam tiga kecamatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, benar-benar menimbulkan kerusakan tak terperi. Data terakhir menyebutkan, dusun yang hancur akibat gelombang laut pembunuh itu mencapai 27 dusun, sementara jumlah korban tewas bertambah menjadi 364 orang, dan yang hilang masih 333 orang.

Seperti dikutip dari Media Indonesia, Jumat (29/10/2010), ke-27 dusun yang hancur itu berada di Kecamatan Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Pulau Sipora bagian selatan.
"Dari 27 dusun tersebut, tujuh di antaranya mengalami kerusakan paling parah. Namun demikian, ada dua dusun yang hancur, namun semua warganya selamat karena sempat mengungsi," ungkap Bupati Kepulauan Mentawai Edison Sileleubaja.
Dusun yang hancur tersebut di antaranya Dusun Parouroubat, Maonai, Pasak Kuat, dan Munte. Banyaknya korban tewas yang hingga Kamis (28/10/2010) sore masih bergelimpangan dan belum dievakuasi, juga banyaknya korban yang masih hilang, membuat Kecamatan Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Pulau Sipora menguarkan bau busuk. Diduga korban yang hilang di antaranya ada yang tertimbun puing-puing bangunan, tertutup tanaman di ladang, dan semak belukar, namun karena kondisi medan yang sulit, jenazah-jenazah ini belum dapat ditemukan.
Sedikitnya 80 relawan membantu aparat TNI, Polri dan aparat pemerintah setempat untuk mengevakuasi mayat-mayat yang masih bergelimpangan, dan menemukan yang masih hilang. Namun banyaknya korban tewas dan hilang membuat mereka kewalahan. Apalagi lokasi bencana hanya dapat dijangkau melalui jalur laut, tak bisa melalui jalur darat.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia Prijo Sidi Purnomo mengatakan, bau mayat tersebut berpotensi menimbulkan penyakit yang penyebarannya terjadi setelah proses pembusukan mayat berlangsung, atau minimal 24 jam sejak organ tubuh tidak lagi berfungsi.
"Penyakit yang paling mungkin berjangkit adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi. Penyebarannya yang paling umum melalui air," katanya.
Selain itu, kuman-kuman dari jenazah dapat menimbulkan gas metana yang bercirikan bau tak sedap.
"Yang berbahaya, kalau di antara korban sebelumnya ada yang sakit, karena jenazahnya bisa menjadi sumber infeksi terbuka," imbuh dia.


Rabu, 27 Oktober 2010

Gunung Merapi Masih Akan Meletus Lagi

Setelah meletus pada Selasa (26/10/2010) pukul 17.02, gunung Merapi kembali terlihat tenang, seperti anak kecil yang langsung tertidur setelah mengambek. Tapi jangan salah, gunung berapi teraktif di pulau Jawa ini tidak benar-benar sedang tidur kembali, melainkan justru sedang mengumpulkan energi untuk membuat letusan baru.

Seperti dikutip Media Indonesia, Kamis (28/10/2010), Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio, mengatakan, meski telah meletus, gunung setinggi 2.914 meter dari permukaan laut ini belum mengeluarkan magma. Bahkan lava kubah baru tidak terbentuk pascaletusan.
"Artinya, meski awan panas yang disebut warga sebagai wedus gembel telah keluar, namun bahaya erupsi (letusan) masih mengancam," kata dia.
Hal senada diakui Kabid Gempa dan Gerakan Tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, I Gede Wayan Swantika. Kepada Detik.com, Wayan mengatakan; "Untuk sementara kondisi Merapi tenang. Saat ini tengah mengumpulkan energi, sehingga ada kemungkinan gunung itu akan meletus lagi."
Hingga Kamis (28/10/2010)pagi, jumlah korban tewas akibat letusan Merapi mencapai 32 orang, termasuk kuncen gunung Merapi Mbah Marijan, redaktur VIVAnews.com Yuniawan Nugroho, dan adik Mbah Marijan, Udi Sutrisno, yang meninggal pada Kamis (28/10/2010) pukul 07.00 saat dalam perawatan dokter RS. Sardjito.
Selain korban tewas, puluhan orang juga masih dirawat di RS. Sardjito karena menderita luka bakar parah akibat terjangan wedus gembel saat berusaha menyelamatkan diri setelah Merapi meletus.
Celakanya, meski status Merapi masih 'awas', ratusan warga Desa Tlogolele, Jrakah, dan Klakah pada Rabu (27/10/2010) pagi telah kembali ke rumahnya masing-masing dengan alasan ingin bekerja di ladang dan menengok ternak yang tidak sempat dibawa ketika mengungsi. Padahal, meski ketika Merapi meletus aliran awan panasnya mengarah ke selatan dan menerjang Desa Kaliadem, Kinahrejo, Ngrangkah, dan Ngangkrik, tidak mengarah ke desa mereka, namun jarak antara desa mereka dengan puncak Merapi hanya sekitar 5 km. Jika Merapi meletus kembali, bukan mustahil mereka akan menjadi korban!
Menyikapi hal ini, Wakil Presiden Boediono meminta masyarakat mematuhi instruksi Pemerintah.
"Kalau ada suatu ketentuan atau perintah dari pemerintah, itu baik. Itu untuk keselamatan kita semua. Saya mohon dipatuhi, patuh kepada pamong dan pemerintah," ujarnya saat meninjau lokasi pengungsian di Desa Keputren, kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X sendiri telah menetapkan status tanggap darurat selama dua pekan terkait letusan gunung Merapi. Dengan demikian, selama dua pekan masyarakat diminta untuk tetap tinggal di pengungsian.

Mbah Marijan Dimakamkan
Sementara itu, setelah jenazahnya ditemukan di dapur rumahnya pada Rabu (27/10/2010) dalam posisi bersujud, Kamis (28/10/2010) siang jenazah pria bernama asli Mas Panewu Surakso Hargo tersebut dimakamkan di TPU Dusun Srunen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY. Tubuh kuncen gunung Merapi itu diistirahatkan di sisi barat makam kakeknya, Parto Setiko.

Selain Mbah Maridjan, di TPU yang sama juga dimakamkan jenazah lain, yakni Ngudi, adik ipar Mbah Marijan, Nurudi, anak Ngudi, dan dua bocah berusia 2,5 tahun bernama Mursiam dan Nurul. TPU Dusun Srunen berjarak sekitar 5 km dari Dusun Kinahrejo.
"Masyarakat lereng Merapi kehilangan sosok pengayom," kata cucu Mbah Marijan, Ramidjo.
Sementara itu, jenazah redaktur VIVAnews, Yuniawan Nugroho, dimakamkan di kampung halamannya, Ambharawa.


Akibat Tsunami, Dua Dusun di Mentawai Hancur Total

Dua dusun di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, hancur total akibat terjangan tsunami pasca gempa berkekuatan 7,2 pada skala Ritcher (SR) mengguncang Kabupaten Mentawai, Senin (25/10/2010) pukul 21.42 WIB. Dibutuhkan dana ratusan miliar rupiah untuk membangunnya kembali.

Seperti dikutip dari harian Media Indonesia, Kamis (28/10/2010), kedua dusun tersebut adalah Dusun Pasak Kuat dan Dusun Munte. Dusun Pasak Kuat kini bak kota mati karena selain tak sedikit warganya yang tewas dan hilang akibat diseret ombak tsunami, juga karena sebagian besar rumah penduduk hancur dan rata dengan tanah, sehingga warga yang selamat terpaksa 'hijrah' ke kamp-kamp pengungsian. Di Dusun Munte yang berada di Desa Batumonga, Kecamatan Pagai Utara, bahkan tak ada lagi rumah penduduk, karena semuanya hancur diterjang tsunami, dan puing-puingnya diceraiberaikan kemana-mana, termasuk diseret ke tengah laut.
Warga Dusun Pasak Kuat kepada Metro TV menuturkan, ketika tsunami menerjang, sampan-sampan yang ditambatkan di pantai terdorong ke permukiman dan menghantam rumah-rumah mereka hingga hancur dan semua perabot di dalamnya hilang diseret dan ditelan ombak tsunami.
Amran, salah seorang warga, bahkan mengaku, ketika tsunami menerjang, rumahnya terdorong dengan sangat kuat hingga tergeser ke tengah jalan yang berjarak sekitar 10 meter dari rumahnya, dan kemudian hancur, tak bisa ditempati lagi.
"Banyak dari kami yang hingga kini masih belum berani pulang karena takut ada tsunami lagi," imbuhnya.
Sebelumnya, Rabu (27/10/2010), Media Indonesia mencatat sedikitnya ada enam desa di tiga kecamatan dan satu pulau di Kabupaten Mentawai yang dihajar tsunami. Yakni Desa Malakopak dan Bulasat di Kecamatan Pagai Selatan; Desa Betumonga di Kecamatan Pagai Utara; Desa Pekako di Kecamatan Sikakap; dan Desa Beriulo serta Bosua di Pulau Sipora Selatan.
Pada Kamis (28/10/2010) pagi jumlah korban tewas maupun hilang akibat guncangan gempa dan terjangan tsunami ini, terus bertambah, karena di antara korban-korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, jenazahnya telah ditemukan. Staf Khusus Presiden Bidang Penanganan Bencana dan Sosial, Andi Arief, dalam data yang dirilis melalui akun Twitter menyebut, korban tewas telah mencapai 311 orang, sedang yang masih hilang sebanyak 460 orang. Selain itu sebuah gedung SMP, empat rumah dinas, lima rumah ibadah, dan lima jembatan rusak parah. Sebagian para korban tewas telah dimakamkan secara masal, Rabu (27/10/2010).
Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hery Harjono kepada Media Indonesia sekali lagi menegaskan, kalau Mentawai masih menyimpan potensi gempa besar hingga berkekuatan 8,8 SR. Pasalnya, masih ada satu lagi titik di Kabupaten Mentawai yang belum pecah menjadi gempa. Titik ini berada di dearah Siberut-Pagai Utara.
"LIPI sudah memantau dan meneliti titik ini sejak lama, tapi kapan titik itu pecah, kami tak tahu. Karenanya masyarakat harus ekstra waspada," katanya.
Diakui, titik yang belum pecah ini dalam keadaan mampat alias siap pecah. "Karenanya masyarakat harus bergerak cepat setiap kali merasakan gempa. Jangan tunggu peringatan tsunami," imbuhnya.


Tidak Sarapan Tingkatkan Resiko Terkena Penyakit Jantung

Satu jadwal makan yang sering terlupakan adalah sarapan. Sarapan sering disepelekan hanya karena alasan tidak sempat, bangun terlambat dan sebagainya. Padahal, sarapan justru merupakan jadwal makan yang paling penting. Jika secara teratur Anda melewatkan sarapan, kebiasaan ini bisa membahayakan kesehatan. Salah satunya, bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

Menghindari sarapan dan memilih beraktivitas dengan perut kosong justru bisa menyebabkan obesitas. Rasa lapar berlebihan menjelang siang membuat Anda mengonsumsi makanan berlemak tinggi lebih banyak. Hal ini bisa menyebabkan lemak menumpuk di sekitar perut, dan meningkatkan kadar kolesterol, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.
Selain itu, tidak ada asupan makanan di pagi hari juga bisa memicu kadar insulin lebih tinggi dalam darah. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus dapat menjadi cikal bakal penyakit diabetes.
Seperti dikutip VIVAnews dari laman DailyMail, Rabu (27/10/2010), studi ini menunjukkan, mereka yang berisiko mengalami masalah kesehatan akibat mengabaikan sarapan adalah orang dewasa yang secara teratur beraktivitas tanpa sarapan sejak usia mereka masih anak-anak, dan kebiasaan berlanjut hingga mereka dewasa.
Hasilnya, saat mereka berada di akhir usia dua puluhan, sudah bisa terdeteksi bahwa mereka memiliki gejala mengembangkan penyakit jantung. Penelitian yang dilakukan di University of Tasmania ini merupakan studi lanjutan dan sebagai pelacak bahaya kesehatan jangka panjang.
Dari 2184 responden yang dilacak tanpa mengonsumsi sarapan selama 20 tahun, kebanyakan dari responden mengaku lebih banyak mengonsumsi makanan berlemak tinggi dan kadar gula tinggi sebelum makan siang.
Selain itu, ada bukti yang mengungkapan, melewatkan sarapan pagi dapat mengubah cara menyimpan lemak tubuh. Lemak akan lebih banyak menumpuk di bagian perut, yang bisa menjadi gelaja penyakit jantung.


Selasa, 26 Oktober 2010

Waspada! Gempa Besar Masih akan Terjadi di Sumatera

Gempa berkekuatan 7,2 pada skala richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, pada Senin (25/10/2010) pukul 21.42 WIB disebut-sebut sebagai gempa susulan dari gempa besar berkekuatan 8,4 SR yang melanda kawasan kepulauan itu pada 12 September 2007. Ahli geologi mengingatkan, dalam beberapa dekade ke depan, gempa dahsyat hingga 8,8 SR kemungkinan akan terjadi lagi di sekitar Sumatera.

"Dari analisa US Geological Survey dan juga BMKG (Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika), gempa ini disebabkan oleh pergerakan patahan pada Sunda megathrust, yaitu pada bidang batas tumbukan Lempeng Hindia-Australia terhadap Lempeng Sunda," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam, Andi Arief, dalam rilisnya, Rabu (27/10/2010).
Dituturkan Andi, pusat gempa Mentawai terletak di sebelah barat dari bagian utara sumber gempa September 2007, dan sekaligus juga di ujung utara dari sumber gempa bawah laut - megathrust (gempa besar) yang menurut prediksi para ahli berpotensi untuk mengeluarkan gempa besar hingga kekuatan 8,8 SR di waktu mendatang.
Saat gempa utama 8,4 SR terjadi tahun 2007 diikuti oleh rentetan gempa susulan besar, termasuk gempa 7,9 SR yang terjadi 12 jam setelahnya, gempa 7,0 SR yang terjadi 3 jam kemudian, dan gempa 7,0 SR yang terjadi 5 bulan setelahnya. Gempa-gempa susulan tersebut, termasuk gempa 25 Oktober lalu, terjadi di sekitar wilayah patahan gempa 8,4 SR pada 2007 tersebut.
Ahli geologi gempa dari Laboratory for Earth Hazard LIPI, Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, "Gempa 7,2 SR kemarin jelas merupakan bagian dari healing process
setelah terjadi gempa 8,4 SR tahun 2007," ucap Danny dalam rilis yang dikirimkan Andi.
Namun masih belum jelas, apakah gempa tersebut merupakan bagian dari proses yang menuju ke akan pecahnya sumber gempa 8,8 SR dari megathrust Sunda yang masih tersisa di bagian sebelah utaranya. Di wilayah itu terdapat jaringan stasiun GPS kontinyu SuGAR (Sumatera GPS Array) yang dioperasikan bersama oleh LIPI dan Earth Observatory of Singapore (EOS) dari Nanyang Technological University. Sejak 2002, SuGAR memonitor pergerakan tektonik di sepanjang pantai barat Sumatera dan Kepulauan Mentawai secara kontinyu.
"Dalam beberapa bulan ke depan, tim EOS-LIPI akan menganalisis data dari jejaring alat GPS ini untuk lebih mengerti tentang mekanisme gempa kemarin," kata Direktur EOS, Prof Dr Kerry Sieh.
Pada 15 Oktober 2009, Dr Kerry Sieh menyatakan, gempa bumi kolosal (sangat besar) diperkirakan akan menghantam Pulau Sumatera dalam waktu 30 tahun ke depan. Ahli ilmu bumi memperingatkan bahwa tsunami besar dan gempa bumi mematikan yang terjadi sebelumnya merupakan suatu peringatan.
"Kami memperkirakan akan terjadi dengan kekuatan 8,8 SR, kurang atau lebihnya sekitar 0,1 poin," ujarnya.
Gempa 7,2 SR melanda Mentawai pada 21.40 WIB, Senin (25/10/2010). Gempa ini menyebabkan tsunami di kawasan Mentawai. Tinggi gelombang mencapai 3-7 meter yang menyapu kawasan di pinggir pantai. Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai hingga pukul 08.00 WIB ada 112 warga meninggal, 109 orang hilang, dan 502 KK yang mengungsi. 179 Rumah rusak berat, 300 unit rusak ringan, dan 4 rumah ibadah juga rusak. Korban kemungkinan akan terus bertambah.


Obama Pekerjakan Lebih dari 150 Gay dan Lesbian

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mencetak rekor karena mempekerjakan lebih dari 150 gay dan lesbian dalam pemerintahannya. Para penyuka sesama jenis tersebut dipekerjakan di berbagai divisi, mulai dari kepala agen, anggota komisi, staf senior, hingga pejabat pembuat kebijakan.

Seperti dikutip VIVAnews dari laman Associated Press, Rabu (27/10/2010), hal ini diketahui berdasarkan data yang diungkap Institusi Penunjukan Proyek Gay dan Lesbian oleh Presiden, sebuah organisasi gay dan lesbian di Amerika. Organisasi ini menyebut, dari 150 gay dan lesbi tersebut, 124 di antaranya menduduki jabatan pejabat senior pemerintahan.
"Mereka bekerja karena ditunjuk langsung oleh Obama," ujar Denis Dison, juru bicara institusi tersebut.
Dia mengaku mendapat kabar dari pemerintahan, bahwa para gay dan lesbian sengaja dipekerjakan Obama karena pemerintahan Obama ingin keberadaan mereka menjadi bagian dari usaha keberagaman. Kebijakan Obama ini sekaligus untuk meredam kekecewaan para aktivis gay yang menilai, Obama tidak cukup tanggap mengatasi masalah diskriminasi gay dan lesbian. Masalah yang paling banyak disorot di antaranya adalah kebijakan “jangan tanya, jangan ceritakan” yang melarang gay untuk berkarir di kemiliteran.
Lesbian pertama yang bekerja di Gedung Putih sekaligus pembuka jalan bagi kaum homoseksual lainnya adalah Roberta Achtenberg pada tahun 1993. Dia menjabat sebagai wakil menteri perumahan dan perkembangan kota pada pemerintahan Bill Clinton.
Sejak tahun 2008, institusi ini telah membantu menyeleksi ribuan resume dari para gay dan lesbian yang masuk untuk menjadi staf pemerintahan AS. Dison mengatakan bahwa mereka juga berusaha mendorong meningkatnya angka gay dan lesbian di pemerintahan.
Michael Cole, dari organisasi HAM gay, Human Right Campaign, mengatakan bahwa peningkatan jumlah gay dan lesbian pada Gedung Putih adalah sebuah perkembangan yang membanggakan. Namun menurutnya, hal lain yang lebih penting lagi adalah melakukan peningkatan pada undang-undang. Di antaranya yang perlu diperjuangkan adalah pencabutan kebijakan “jangan tanya, jangan katakan” di militer AS dan penarikan undang-undang perkawinan yang tidak mengakui pernikahan sejenis.


502 Warga Mentawai Hilang Disapu Tsunami Setinggi 7 Meter

Jumlah korban tewas akibat tsunami yang menghantam tiga kecamatan dan satu pulau di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, pasca gempa berkekuatan 7,2 pada skala Ritcher yang terjadi Senin (25/10/2010) pukul 21.42 WIB, bertambah. Hingga Rabu (27/10/2010) pagi jumlah korban tewas mencapai 112 orang, sementara yang hilang mencapai 502 orang.

Seperti dilansir Detik.com, Rabu (27/10/2010), banyaknya korban tewas dan hilang diakibatkan tingginya tsunami yang menghantam. Di Dusun Muntei, Desa Batumonga, Kecamatan Pagai Utara, misalnya, tsunami yang menghajar desa ini mencapai 7 meter. Bekasnya dapat dilihat pada pohon kelapa yang hampir seluruh batang dan daunnya menjadi kotor akibat lumpur yang dibawa tsunami.
"Tsunami menghancurkan semua rumah yang ada di dusun tersebut, dan membuat 58 orang tewas, serta puluhan orang hilang. Yang selamat 80 orang," jelas Ketua Sinode GKPM Kepulauan Mentawai, P Simanjuntak.

Media Indonesia mencatat, tiga kecamatan yang dihajar tsunami adalah Kecamatan Pagai Utara, Pagai Selatan, dan Sikakap. Sementara pulau yang diterjang tsunami adalah Pulau Sipora Selatan. Di tiga kecamatan tersebut, yang menjadi korban tsunami ada empat desa, yakni Desa Malakopak dan Bulasat di Kecamatan Pagai Selatan; Desa Betumonga di Kecamatan Pagai Utara; Desa Pekako di Kecamatan Sikakap. Sementara tsunami yang menghantam Pulau Sipora Selatan menerjang dua desa, yakni Desa Beriulo dan Bosua.
Data yang dirilis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat dengan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pagai Utara Selatan, berbeda. Jika data pemprov menyebutkan, bahwa korban tewas sebanyak 112 jiwa dan hilang 502 orang. Sedangkan BPBD menyebut, korban tewas 81 orang tewas dan hilang 108 orang. Selain itu, 115 rumah dan 4 unit sekolah rusak berat. 

Namun demikian Kepala BPBD Pagai Utara Selatan, Joskamatir, mengakui, kalau hingga Rabu (27/10/2010) pagi para korban tewas yang kebanyakan merupakan warga Kecamatan Pagai Utara dan Selatan, belum dapat dievakuasi melalui darat karena wilayahnya sulit dijangkau, sehingga harus dievakuasi melalui laut.
"Untuk itu diperlukan perahu mesin. Hari ini (Rabu-red) kita mulai evakuasi," ujarnya.
Belum tuntas penanganan akibat gempa pada Senin (25/10/2010) malam, pada Rabu (27/10/2010) pukul 02.40 WIB, Kabupaten Mentawai kembali diguncang gempa berkekuatan 5,2 pada SR. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, episentrum gempa berlokasi di 3,74 LS-99,62 BT pada kedalaman 29 Km. Lokasinya sekitar 110 Km barat daya Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, tidak terlalu jauh dari pusat episentrum gempa pada Senin malam.
Namun demikian, meski kekuatan gempa cukup besar, BMKG tidak mengeluarkan peringatan bahaya tsunami.


Mbah Marijan dan Redaktur VIVAnews Tewas Ditejang Wedus Gembel

Kuncen gunung Merapi, Mbah Marijan, dan redaktur VIVAnews.com Yuniawan Nugroho, tewas diterjang wedus gembel alias awan panas piroklastik yang dimuntahkan gunung Merapi saat gunung setinggi 2.914 meter dari permukaan laut itu meletus, Selasa (26/10/2010) pukul 17.02 WIB. Bersama mereka, juga tewas puluhan warga lainnya.

Seperti dikutip dari laman VIVAnews dan Detik.com, Rabu (27/10/2010), jenazah Mbah Marijan ditemukan Rabu (27/10/2010) pukul 05.00 di dapur rumahnya di Dusun Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dalam posisi bersujud. Sementara jenazah Yuniawan ditemukan di dekat rumah kuncen yang juga bintang iklan minuman isotonik Kuku Bima tersebut.
Sejak gunung Merapi dinaikkan statusnya dari siaga menjadi awas oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG), Senin (25/10/2010), Mbah Marijan ngotot tak mau mengungsi dengan alasan belum mendapat wangsit kalau Merapi bakal meletus.
Pada 2006, ketika Merapi menggeliat, laki-laki yang telah lebih dari 20 tahun menjadi kuncen gunung Merapi ini juga enggan mengungsi dengan alasan belum waktunya gunung Merapi meletus, dan dia benar, sehingga namanya langsung tersohor, dan dia bahkan didapuk menjadi bintang iklan. Namun kali ini prediksi Mbah Marijan meleset. Gunung Merapi meletus. Muntahan debu vulkaniknya dapat membuat nafas sesak, sementara luncuran wedus gembel-nya yang memiliki suhu hingga 800 derajat celcius, dapat menghancurkan dan memusnahkan apapun yang diterjang dan dilaluinya, termasuk Desa Kinahrejo dan seisinya. Desa itu kini luluh lantak, tinggal puing-puing berserakan dan jenazah yang luka parah akibat terbakar.
Kepastian tewasnya Mbah Marijan diketahui berdasarkan struktur wajah, kopiah, dan baju batik yang dikenakannya ketika jenazah kuncen Merapi ini ditemukan tim SAR di dapur rumahnya. petugas Tim SAR Yogyakarta, Suseno, bahkan yakin betul kalau jenazah itu memang Mbah Marijan.
"Kalau dilihat dari batiknya dan kopiah yang dipakai, kita yakin (ini Mbah Marijan)," katanya.
Jenazah kuncen malang ini dilarikan tim SAR ke RS Sardjito untuk diotopsi.

Yuniawan Nugroho yang akrab disapa Wawan, berada di Desa Kinahrejo ketika erupsi Merapi, karena salah seorang redaktur di situs berita www.VIVAnews.com ini memang sedang meliput aktifitas Merapi. Bahkan sebelum tewas, Wawan sempat mewawancarai Mbah Marijan terkait aktifitas gunung Merapi kali ini.
Menjelang detik-detik letusan Merapi, Wawan kembali menemui Mbah Marijan untuk mewawancarai sekaligus mengajaknya mengungsi. Namun Mbah Marijan tetap bersikukuh tak mau mengungsi, sehingga Wawan memutuskan untuk meninggalkannya. Namun baru beberapa langkah meninggalkan rumah Mbah Marijan, Merapi meletus dengan memuntahkan debu vulkanik dan awan panas piroklastik. Kecepatan luncuran awan panas ini yang dapat mencapai kecepatan 150-250 km/jam, membuatnya tak dapat menghindar. Awan panas yang oleh penduduk setempat disebut wedus gembel ini menggulungnya, dan membuatnya tewas seketika.
Hingga Rabu (27/10/2010) pukul 09.00, jumlah korban akibat letusan Merapi yang tercatat di RS Sardjito telah mencapai 25 orang. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah karena ketika Merapi meletus, masih banyak warga yang masih berada di rumahnya, termasuk warga Desa Kinahrejo. Bahkan dari 25 korban tewas, 14 di antaranya ditemukan di Desa Kinahrejo, di sekitar rumah Mbah Marijan.
Kepala Rumah Sakit dr Sardjito, Heru Krisno Nugroho, menjelaskan, selain 25 orang tewas, 14 orang lagi dalam keadaan kritis karena mengalami luka bakar hingga 80%.
"Dari korban yang tewas, masih ada yang belum dapat diindetifikasi," imbuhnya.
Di antara 25 korban tewas, terdapat seorang batyi berusia 6 bulan yang meninggal akibat sesak nafas setelah Merapi memuntahkan debu vulkanik.
Sementara itu, seorang pembaca Detik.com melaporkan, semburan debu vulkanik Merapi mencapai kawasan Pengandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang berjarak sekitar 795 kilometer dari Yogyakarta. Pembaca bernama Taopik tersebut menjelaskan, abu vulkanik Merapi yang mencapai wilayahnya membuat wilayah Pangandaran seperti mengalami gerimis berupa abu.
"Abunya tidak begitu kelihatan. Bentuknya seperti gerimis, turun tengah malam, sekitar 1 jam," ujarnya, Rabu (27/10/2010).
Akibat abu tersebut, genteng dan pepohonan menjadi kotor dengan ketebalan mencapai 1 cm. Namun hujan debu di Ciamis tidak berlangsung lama karena hujan turun di wilayah itu.
Selain mencapai Pangandaran, abu vulkanik Merapi juga mencapai kawasan Gombong di Kebumen, dan Cilacap.


Selama Setahun, Pemberantasan Korupsi di Indonesia Alami Stagnasi

Pemberantasan korupsi di Indonesia mengalami stagnasi, karena Transparansi Internasional Indonesia (TII) mencatat, indeks persepsi korupsi (IPK) di negara ini pada 2010 tidak mengalami perubahan berarti, tetap memiliki skor 2,8 seperti pada 2009. Meskipun skor ini membuat dari 178 negara yang disurvei, peringkat Indonesia naik dari 111 pada 2009, menjadi 110 pada 2010. Namun tetap terendah dibanding lima negara ASEAN, yakni Singapura, Brunai Darussalam, Malaysia, dan Thailand.

"Saya sama sekali tidak heran, saya justru memprediksi indeks ini akan menurun (pada waktu-waktu mendatang)," ujar Ketua Dewan Pengurus Transparency International Indonesia Todung Mulya Lubis, seperti dikutip Media Indonesia, Selasa (26/10/2010).
Negara dengan IPK paling tinggi, sekaligus negara dengan tingkat korupsi paling minim, adalah Denmark, Selandia Baru, dan Singapura. Tiga negara ini meraih IPK 9,3. Sedangkan negara terkorup adalah Somalia dengan nilai 1,1 dan diikuti oleh Myanmar serta Afghanistan dengan IPK masing-masing 1,4.

Sementara itu, Brunei Darussalam mendapat IPK 5,5, Malaysia 4,4, dan Thailand 3,5.
Todung menjelaskan, tidak membaiknya posisi Indonesia diakibatkan oleh melemahnya kinerja pemberantasan korupsi selama setahun terakhir. Selain itu, adanya perseteruan antarlembaga penegak hukum seperti kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahkan antarindividu di kedua lembaga tersebut. Pengacara senior Indonesia ini bahkan meragukan keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi, meskipun sudah banyak peraturan perundang-undangan, komisi-komisi tambahan, seperti Komisi Yudisial, KPK, dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Yang dibutuhkan (saat ini untuk memberantas korupsi) bukan lagi pidato, tetapi tindakan," tegasnya.
Menanggapi hal ini, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat), Zaenal Arifin Mochtar, mengatakan, rendahnya IPK Indonesia ini membuktikan kalau selama ini pemberantasan korupsi di Indonesia seperti orang berlari di atas treadmill.  
"Anda bercucuran keringat, tapi tidak beranjak kemana-mana. Banyak sekali riak pemberantasan korupsi, mulai dari UU, pembentukan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, tapi tak kunjung memberikan hasil berarti," katanya.
Hal senada dikatakan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donald Fariz. Menurut dia, tidak berubahnya posisi Indonesia membuktikan kalau pemerintah gagal memberantas korupsi.
"Ini harus menjadi bahan evaluasi pemerintah," tegasnya.



Sudah 23 Orang Tewas Akibat Terjangan Tsunami di Mentawai

Jumlah korban tewas dan hilang akibat tsunami yang menghantam Kecamatan Pagai Selatan dan Kecamatan Sikakap, Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, pada Senin (25/10/2010) malam, terus bertambah. Meski data yang diperoleh masih simpang siur, namun jumlah korban cukup signifikan.

Kompas.com misalnya, Selasa (26/10/2010) sore memberitakan, berdasarkan data sementara yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasional Sumatera Barat menunjukkan, 23 warga Kepulauan Mentawai dipastikan tewas, dan mayatnya telah ditemukan tim SAR. Selain itu, 103 orang hilang karena diseret ombak tsunami, 10 desa rusak, dan 650 keluarga mengungsi.
Sementara VIVAnews mengabarkan, sedikitnya warga yang hilang akibat terjangan tsunami setinggi 1,5 meter tersebut mencapai 160 orang.
"Sampai kini pencarian terhadap korban yang hilang masih dilakukan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Harmansyah seperti dikutip Kompas.com.
Tsunami yang menghantam Kecamatan Pagai Selatan dan Sikakap terjadi setelah Kepulauan Mentawai diguncang gempa berkekuatan 7,2 pada skala Ritcher (SR) yang berpusat di barat daya Pulau Pagai dengan kedalaman 10 km di bawah permukaan laut. Gempa yang guncangannya terasa hingga di kabupaten/kota di Sumatera Barat, Kabupaten Kerinci (Jambi), dan Kabupaten Muko-Muko (Jambi) ini terjadi pada Senin (25/10/2010) pukul 21.42 WIB. Setelah gempa ini reda, terjadi tiga kali gempa susulan berkekuatan 5 dan 5,5 pada SR.
Setelah gempa pertama mengguncang, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan tsunami, namun peringatan dicabut kembali karena bahaya yang ditakutkan dinilai tak ada. Namun tak dinyana, meski tak sehebat tsunami Aceh pada Desember 2006, tsunami setinggi 1,5 meter menghantam Kecamatan Pagai Selatan dan Sikakap. Kecamatan Pagai Selatan parah, bahkan menimbulkan korban jiwa, namun Kecamatan Sikapap tidak mengalami kerusakan berarti karena begitu ombak tsunami mencapai daratan, ketinggian ombak menurun drastis hingga hanya sekitar 25 cm, dan tidak membahayakan.
Kepulauan Mentawai memang kawasan rawan bencana. Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hery Harjono, seperti dikutip harian Media Indonesia bahkan mengatakan, gemnpa ini sudah diprediksi sejak Desember 2004, sejak setelah pihaknya melakukan pemetaan kawasan gempa di Mentawai.
Selain itu, ketika Sumatera Barat diguncang gempa hebat pada 30 September 2009, semua energi gempa yang dimiliki lempeng tektonik di kawasan Kepulauan Mentawai, belum terlepas semua, sehingga diperkirakan akan terjadi gempa yang lebih besar lagi di kawasan itu.


Senin, 25 Oktober 2010

2 Warga Pulau Pagai Tewas Diterjang Tsunami, 1 Hilang

Informasi warga Australia bahwa telah terjadi tsunami pasca gempa berkekuatan 7,2 pada skala Ritcher (SR) di Kepulauan Mentawai, Senin (25/10/2010) pukul 21.42, akurat. Pasalnya, tsunami itu menghantam Kecamatan Sikakap yang terletak di sebelah utara Pulau Pagai, pulau dimana titik episentrum gempa berada, dan Kecamatan Pagai Selatan. Dua warga Pulau Pagai Selatan tewas.

Seperti dikutip dari laman VIVAnews, Selasa (26/10/2010), Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Sumbar, Ade Edward, mengatakan, tsunami yang menghantam Kecamatan Sikakap, kecil. Ketika bencana itu datang, dari laut datang ombak setinggi 1,2 meter, namun begitu mencapai daratan Kecamatan Sikakap, ketinggian ombak menurun drastis menjadi hanya 25-30 cm.
"Tidak menyebabkan kerusakan," imbuhnya.
Namun demikian, air langsung menggenangi rumah-rumah warga selama beberapa saat, sebelum akhirnya air kembali terseret ke laut.
Tsunami yang menerjang Kecamatan Pagai Selatan lumayan besar, mencapai 1,5 meter, sehingga pulau itu porak poranda dan dua warganya tewas.
Menurut Supri, warga setempat, tak lama setelah gempa, ombak setinggi beberapa meter menerjang pulau kelahirannya, sehingga warga panik dan berhamburan ke Bukit Pasoran di Sikakap, untuk menyelamatkan diri.
Data sementara dari kecamatan ini menyebutkan, dua warga tewas, sementara seorang lagi hilang. Sedikitnya 150 rumah di Dusun Munte Baru-Baru, Desa Betumonga, Pagai Utara, rusak barat. Sementara sejumlah rumah di Desa Piri dan Desa Silabu porak-poranda diguncang gempa.
Seperti diketahui, Senin (25/10/2010) pukul 21.42 WIB Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, diguncang gempa berkekuatan 7,2 pada SR dengan pusat gempa di barat daya Pulau Pagai pada kedalaman 10 km di bawah permukaan laut. Gempa besar ini disusul tiga gempa berkekuatan 5 dan 5,5 pada SR. Gempa yang getarannya terasa hingga di kabupaten/kota di Sumatera Barat, Kabupaten Kerinci (Jambi) dan Kabupaten Muko-Muko (Bengkulu) ini berpotensi tsunami, sehingga Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga tentang akan terjadinya tsunami. Namun peringatan ini kemudian dicabut, karena tsunami yang dikhawatirkan ternyata tak ada. BMKG tak tahu kalau tsunami tetap terjadi, meski dalam skala kecil. Dan warga Australia, Rick Hallet, mengalaminya. Dia lalu beritahukan hal ini kepada Nine Network (lebih lengkap, KLIK DI SINI).
Di sisi lain, akibat guncangan gempa berkekuatan 7,2 pada SR yang diikuti tiga gempa susulan, membuat sistem komunikasi di Kepulauan Mentawai terganggu. Namun demikian,humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Priyadi Kardono, mengatakan, belum ada laporan tentang adanya korban jiwa akibat gempa ini. Bahkan kerusakan yang terjadi tidak signifikan.


Lagi-lagi PM Australia Dilempari Sepatu

Ingat tindakan seorang wartawan Irak yang melempari Presiden Amerika Serikat George W. Bush dengan sepatu, ketika presiden negeri para artis Hollywood itu melakukan jumpa pers di Baghdad? Peristiwa pada 2008 tersebut terulang di Australia. Korbannya Perdana Menteri Australia John Howard.

Seperti dikutip VIVAnews dari kantor berita Associated Press, peristiwa memalukan itu terjadi saat Howard tampil menjadi pembicara di suatu program bincang-bincang "Q&A" yang ditayangkan langsung oleh stasiun televisi ABC Australia, Senin (25/10/2010) malam. Ketika Howard sedang menyampaikan materinya, tiba-tiba seorang penonton bangkit, dan melemparkan sepatunya ke arah Howard seraya berteriak;
"Ini untuk kematian warga Irak!"
Tak pelak, tindakan pria bernama Peter Gray itu menimbulkan kehebohan. Howard bahkan dikabarkan sempat terkejut dan pucat. Oleh petugas keamanan, Gray langsung digelandang dari studio.
Gray mengaku, apa yang dilakukannya itu merupakan ungkapan kekesalan kepada Howard yang menurut dia merupakan sekutu Bush dalam invasi militer AS ke Irak pasca serangan ke gedung kembar WTC, New York, pada 11 September 2001. Selama memerintah Australia, Howard memang membantu kampanye militer AS dengan mengerahkan 2.000 tentaranya ke Irak.
Namun, meski sempat terkejut, Howard tidak marah. Dia bahkan tertawa menanggapi insiden itu. "Lupakan, lupakan," ujar dia. "Apakah ada di antara kalian yang melepas sepatu?" Howard bercanda.
Ini bukan kali pertama Howard dilempari sepatu. Ketika memberi kuliah umum di Universitas Cambridge, Inggris, pada November 2009, Howard juga dilempari sepatu boot Doc Marten oleh seorang penonton, karena si pelempar sepatu itu menganggap Howard seorang yang rasis. Tak heran bila Howard tak marah atas insiden itu.
"Saya pernah kok dilempari oleh para pakar, jadi mengapa saya khawatir?" kata Howard kepada stasiun radio Macquarie.
Tidak jelas apa maksud perkataan Howard itu.


Gunung Merapi Dikhawatirkan Meletus dengan Dahsyat

Sejak mulai menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada 24 September 2010, Gunung Merapi kini siap meletus. Hal ini ditandai dengan ditingkatkannya status Merapi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVG) dari siaga menjadi awas, pada Senin (25/10/2010) pukul 06.00 WIB. Warga di sekitar gunung bahkan telah diungsikan.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio, mengatakan, pihaknya khawatir letusan gunung Merapi akan lebih dahsyat dibanding sebelumnya, karena meski aktivitas vulkanis gunung di Yogyakarta itu terus meningkat, namun belum juga terlihat kubah baru dan titik api diam di Merapi yang menandakan kalau aktivitas itu mereda.
"Tapi justru karena itu, banyak yang mengkhawatirkan letusan Merapi kali ini bakal lebih dahsyat dari sebelumnya (2006-red)," tegas dia.
Akibat aktivitas yang berlangsung selama lebih dari sebulan, 'tubuh' gunung Merapi yang berada di sisi selatan mengalami deformasi (pembengkakkan). Padahal kubah yang ada saat ini telah berusia lebih dari 100 tahun, dan ini membuat Merapi makin rawan mengalami erupsi (letusan).
Berdasarkan pantauan BPPTK dengan menggunakan alat yang disebut Electric Distance Measurement (EDM) yang dipasang di sekitar puncak Merapi, diketahui kalau hingga 21 Oktober 2010, tubuh gunung Merapi di sisi selatan rata-rata menggelembung hingga 10,5 cm, dan pada 24 Oktober pembengkakkan meningkat mencapai 52 cm.
Guguran material kubah lava juga mengalami peningkatan. Pada tanggal 21 Oktober, frekuensinya kurang dari 100 kali. Namun pada tanggal 23-24 Oktober, meningkat menjadi 183 dan 194 guguran. Deformasi dan guguran material dari kubah lama yang semakin meningkat ini menunjukkan lava sudah berada dekat di puncak gunung, dan siap dimuntahkan.
Yang lebih mengkhawatirkan, seismograf milik BPPTK juga mencatat adanya peningkatan frekuensi gempa. Pada 22 Oktober terjadi gempa bumi vulkanik sebanyak 52 kali, gempa multifase 514 kali, dan tak ada sama sekali gempa frekuensi rendah. Namun pada 23 Oktober, terjadi 80 kali gempa vulkanik, 525 kali gempa multifase dan gempa frekwensi rendah satu kali. Dan pada 24 Oktober terjadi 80 gempa vulkanik, 588 gempa multifase dan tiga kali gempa frekuensi rendah.
Sejak 1548, Merapi sudah meletus sebanyak 68 kali, dengan letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Gunung paling aktif di Indonesia ini pernah meletus dengan dahsyat pada 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930.
Ketika meletus pada 1006, gunung setinggi 2.914 meter dari permukaan laut ini membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Ketika meletus pada 1930, hujan material vulkanik dan luncuran awan piroklastik-nya (masyarakat setempat menyebutnya wedus gembel) meluluhlantakkan 13 desa dan menewaskan 1.370 orang. Namun ketika meletus lagi pada Juni 2006, semburan material dan luncuran awan piroklastiknya hanya membuat ribuan warga di lereng gunung itu lari lintang pukang, namun tak ada korban jiwa.
Sejak Kamis (25/10/2010) sore, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah mendorong seluruh warganya yang tinggal di lereng-lereng gunung Merapi, untuk mengungsi, karena wilayah tempat tinggal mereka merupakan wailayah yang paling rawan terkena dampak letusan Merapi. Jumlah warga yang diungsikan mencapai 1.756 orang. (berbagai sumber)


Tsunami di Perairan Mentawai Tidak Terdeteksi BMKG

Tsunami setinggi tiga meter yang terjadi usai gempa besar di Mentawai, Sumatera Barat, Senin (25/10/2010) pukul 21.42 WIB, tidak terdeteksi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Untung, tsunami tersebut tidak menyebabkan musibah dahsyat seperti yang terjadi di Aceh pada Desember 2006.

Kepastian adanya tsunami tersebut diungkap Rick Hallet, peselancar asal Australia yang sedang berada di perairan Pulau Mentawai.
Seperti dikutip VIVAnews dari laman Nine Network, Selasa (26/10/2010), kepada media tersebut Rick menjelaskan, saat gempa berskala 7,2 pada skala Ritcher (SR) tersebut terjadi, dia dan 14 rekannya sedang berada di sebuah perahu boat carteran untuk bersurfing ria.
"Lalu datang gelombang dahsyat berwarna putih setinggi tiga meter, dan gelombang itu mendorong sebuah perahu ke arah boat kami, dan menabraknya. Terjadi ledakan, dan muncul kobaran api di bagian belakang kapal," ujar Hallet.
Pria ini mengaku, dia langsung memerintahkan semua rekannya untuk pergi ke dek teratas, dan melemparkan benda apapun yang bisa mengapung, seperti papan selancar, dan kemudian terjun ke laut. Ombak putih lalu menggulung mereka, dan di antaranya ada yang terseret hingga 200 meter ke arah Pulau Mentawai, dan menyelamatkan diri di atas pohon hingga diselamatkan perahu lain 90 menit kemudian.
"Untungnya tak ada satupun di antara kami yang hilang atau tewas, namun saya melihat banyak puing-puing yang mungkin berasal dari sebuah resort di Pulau Pagai," Hallet menutup ceritanya.
Gempa pada Senin (25/10/2010) malam di Pulau Mentawai berpusat di barat daya Pulau Pagai. Gempa yang menurut versi BMKG berkekuatan 7,2 pada SR, namun menurut United States Geological Survei (USGS) berkekuatan 7,7 pada SR, terjadi pada kedalaman 10 km di bawah permukaan laut, dan guncangannya terasa hingga di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Barat, di Kabupaten Kerinci (Jambi), dan Kabupaten Muko-muko (Bengkulu). BMKG langsung mengeluarkan peringatan bahaya tsunami, dan meminta warga menjauhi pantai. Tak pelak, warga pun berduyun-duyun menyelamatkan diri ke dataran tinggi karena tak ingin menjadi korban.
Selain BMKG, Pacific Tsunami Warning Center yang berpusat di Hawaii, juga memperingatkan tentang adanya bahaya tsunami pascagempa yang menurut mereka berkekuatan 7,5 pada SR dengan berkedalaman 33 km tersebut. Lembaga ini bahkan mengatakan, tsunami akan menghantam Kepulauan Siberut pada pukul 22.10, Bengkulu pada pukul 22.27 dan Padang pada 22.28 WIB, namun tidak dalam skala besar. Namun hingga waktu yang disebutkan lewat, tak ada tsunami yang terjadi. BMKG pun mencabut peringatannya.
Meski tidak menimbulkan tsunami dahsyat, gempa besar ini diikuti tiga gempa dengan kekuatan sekitar 5 pada SR. Gempa susulan pertama yang berkekuatan 5,5 pada SR terjadi pukul 22.21 dengan kedalaman 22 kilometer. gempa ini berpusat di 89 km barat daya Pagai Selatan, Mentawai. Gempa susulan kedua yang berkekuatan 5 pada SR, terjadi pukul 22.31 dengan kedalaman 34 km. Gempa ini berpusat di 51 km barat daya Pagai Selatan. Gempa susulan ketiga yang juga berkekuatan 5 pada SR, terjadi pukul 22.55 dengan kedalaman 39 km. Gempa ini berpusat di 97 km barat daya Pagai Selatan.
Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hery Harjono, kepada Media Indonesia mengatakan, gempa ini sesuai dengan yang telah diprediksi sebelumnya.
"Gempa berkekuatan 7,9 pada SR yang mengguncang Sumatera Barat pada 30 September 2009, belum melepas seluruh energi gempa di Mentawai. Kita sudah cukup lama melakukan pemetaan, dan hasilnya adalah, bahwa pada patahan lempeng tektonik di Mentawai belum melepaskan seluruh energinya. Potensi gempa (besar) ini bahkan sudah kita beritahu sejak Agustus 2004," katanya.
Berdasarkan fakta ini, Hery meyakini kalau di Mentawai masih berpotensi terjadi gempa susulan, tapi gempa yang mengikuti relatif lebih kecil.
Selain di Mentawai, pada Senin (25/10/2010) malam gempa juga mengguncang Gorontalo dengan kekuatan 5,8 pada SR, dan Tual (Maluku) dengan kekuatan 5,1 pada SR. Gempa di Gorontalo terjadi pada pukul 20.05 Wita.


Bayi Dalam Kandungan Hilang Misterius

Perisitiwa menghebohkan terjadi di RT 02/RW 01 Kelurahan Bulakan Kandi, Kecamtan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Pasalnya, bayi milik Pepi yang masih berada dalam kandungan, hilang secara misterius pada Sabtu (23/10/2010) sekira pukul 15.30 WIB.

Seperti dikutip dari laman Okezone, Senin (25/10/2010), peristiwa terjadi ketika suami Pepi, Syaiful (23), pergi berjualan ke Bukittinggi. Begitu dia kembali, dia menemukan Pepi dalam keadaan terikat kain putih, sementara dari kemaluannya banyak mengeluarkan darah, dan di sekitarnya selain ada gumpalan daging yang diduga keluar dari rahim Pepi, juga ada kembang untuk sesajian yang berserakan. Syaiful kaget dan segera memberitahu tantenya.
Sang tante bergegas mengecek, dan begitu melihat keadaan keponakannya, dia histeris, sehingga warga berdatangan. Perut Pepi yang semula buncit karena tengah mengandung sembilan bulan, sudah kempis seperti layaknya orang yang tidak hamil. Pepi langsung dilarikan ke Rumah Sakit Adnan WD. Anehnya, setelah diperiksa dokter, Pepi dinyatakan tidak hamil.
Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Basrial, mengatakan, ada yang aneh dalam kejadian ini, karena berdasarkan penyelidikan anggotanya di loaksi kejadian, cairan segar yang dianggap darah, ternyata soda. Sedangkan daging segar yang ditemukan, bukanlah daging manusia, melainkan daging sapi. Dan bunga yang berserakan, bukan bunga untuk sesaji, melainkan kembang kertas.

“Temuan ini membuat kami meragukan keterangan korban. Apalagi karena pihak Puskesmas tempat dimana korban tinggal, mengaku tidak pernah memeriksa kandungan korban,” katanya.
Hingga berita dipublikasikan Okezone, Pepi masih dirawat di rumah sakit, sementara polisi masih menyelidiki kasus aneh ini.


Minggu, 24 Oktober 2010

Wanita Taiwan Menikahi Dirinya Sendiri

Tekan keluarga dan lingkungan agar dia segera menikah, membuat Chen Wei-yin nekat. Wanita Taiwan berusia 30 tahun ini menikah dengan dirinya sendiri!
Seperti dikutip Kompas.com dari laman Reuters, Senin (25/10/2010), untuk pernikahan yang mungkin teraneh di dunia ini, Chen berfoto dengan mengenakan gaun pengantin berwarna putih, dan menggunakan jasa perencana perkawinan untuk mengundang 30 teman dan relasinya.

Namun, tentu saja tak ada pengantin pria di samping Chen, karena wanita ini memang belum memiliki pasangan.
Saya tidak antiperkawinan, hanya berharap dapat menyampaikan aspirasi dalam cara yang berbeda,” ujar gadis yang bermukim di Taipei ini.
Chen mengakui kalau dia mendapatkan tekanan sosial agar segera menikah, sehingga dia merasa perlu untuk mengatasi tekanan itu dengan membuat resepsi pernikahan untuk dirinya sendiri.
”Usia 30-an (di Taiwan) adalah periode emas. Pekerjaan dan karier saya berjalan baik, tetapi saya belum menemukan pasangan. Apa yang dapat saya lakukan?” katanya.
Perkawinan aneh Chen itu menelan biaya 5.675 dollar AS. Setelah berpose dengan gaun pengantin, fotonya dipublikasikan di internet. Luar biasa, simpati terhadapnya mengalir dari berbagai penjuru Taiwan karena tak lama setelah foto dipajang, dia mendapatkan sekitar 1.800 komentar.


Jumat, 22 Oktober 2010

Penyakit Aneh; 'Tempurung' Tumbuh di Punggung Bocah Laki-laki

Semakin tua usia dunia, semakin banyak penyakit aneh bermunculan akibat polusi, penggunaan bahan kimia berbahaya, gaya hidup yang tidak sehat, dan sebagainya. Kemunculan penyakit-penyakit ini tak jarang membuat para dokter geleng-geleng kepala karena kesulitan mendiagnosa penyebab penyakit tersebut, termasuk penyakit yang diidap Maimaiti Hali (8), bocah asal China. Pasalnya, di punggung bocah ini muncul 'tempurung kura-kura'!

Istilah ini tepat untuk digunakan, karena pada punggung Hali tumbuh sel kulit keras yang kian lama kian membesar hingga membentuk seperti tempurung kura-kura. Akibat kemunculan tempurung ini, tubuh bocah malang tersebut menjadi agak membungkuk karena didesak tempurung yang keras dan kaku itu.
Malangnya lagi, karena penyakitnya yang aneh, Hali selalu diejek dan dicemooh teman-teman sebayanya. Mereka mengatainya sebagai 'Anak Kura-kura'.
Seperti dikutip Kompas.com dari tulisan Telegraph edisi Juni 2010, bocah ini telah dioperasi di Rumah Sakit Militer Provinsi Xinjiang, China. Pengangkatan tempurung bocah itu hanya memakan waktu dua jam.
Maimaiti Musai, ayah bocah ini, mengaku senang dengan hasil operasi itu. Ia bahkan mengaku telah sejak lama mengharapkan adanya operasi tersebut.
Hali tinggal di Heping, bagian utara China. Cacat yang dimilikinya itu telah ada sejak lahir. Mula-mula tempurung di punggung Hali hanya kecil saja, namun seiring dengan bertamnbahnya usia, tempurung itu semakin besar. Tim dokter yang menangani Hali memang sengaja menunggu sampai bocah itu berusia 8 tahun untuk dioperasi, karena dokter yakin, pada usia itu Hali cukup mampu menghadapi operasi pengangkatan tempurung di punggungnya, karena secara fisik, dia telah cukup kuat.
"Orang-orang sering mengejek dia sebagai 'anak kura-kura', tapi saya bangga pada Hali, karena dia anak yang tabah dan pemberani. Kami senang dia kini dapat hidup dengan normal," ujar Maimaiti Musai.
Sementara Ye Xiangpo, kepala tim dokter yang mengoperasi Hali mengatakan, kulit yang diangkat dari punggung Hali tebal seperti kulit banteng, dan mirip cangkang kura kura. Untuk menggantikan kulit yang diambil, dokter mencangkok kulit kepala dan tangan Hali, karena kulit kepala bisa tumbuh dengan cepat.
"Kami berharap dia bisa sembuh total," lanjut dokter tersebut.
Saat ini punggung Hali masih dalam proses pemulihan, tapi bocah ini senang karena sudah tidak diejek teman-temannya lagi.
"Aku sudah tidak sabar ingin bermain tanpa harus memakai kaus, juga berenang telanjang bersama teman-teman," ujarnya.


Kolera Serang Haiti, 138 Warga Meninggal

Gempa berkekuatan 7 pada skala Ritcher yang terjadi di Haiti pada 12 Januari 2010 dan tak hanya membuat sekitar 200.000 orang tewas, namun juga membuat negara di Amerika latin itu porak poranda, membangkitkan bencana baru; kolera. Hingga Jumat (22/10/2010), warga yang tewas akibat bencana ini telah mencapai 138 orang!

Pasca gempa, Haiti memang belum pulih benar, karena rumah-rumah, hotel, dan gedung-gedung pemerintahan yang hancur, belum seluruhnya dapat dibangun kembali. Bahkan sebagian warga masih hidup di kamp-kamp pengungsian yang terpusat di Port-au-Prince, ibukota haiti.
Menurut Telegraph, Sabtu (23/10/2010), wabah kolera yang saat ini menimpa Haiti merupakan masalah kesehatan terburuk sejak negara itu dilanda gempa pada 12 Januari lalu, dan merupakan yang pertama dalam satu abad terakhir.
Perdana Menteri Haiti, Jean-Max Bellerive, mengakui, pemerintahnya sangat khawatir penyakit ini akan menyebar ke kamp-kamp pengungsi korban gempa di Port-au-Prince. Palang Merah dan organisasi kemanusiaan lainnya, segera turun tangan dengan menyediakan dokter, obat-obatan dan air bersih ke Artibonite, kota dimana wabah ini berjangkit.
"Kita menyadari, dan orang-orang itu membuat langkah pencegahan yang harus mereka ambil untuk mencegah kontaminasi," kata Presiden Haiti, Rene Preval.
Penyakit kolera bersumber dari air atau makanan yang dikonsumsi, namun telah terkontaminasi bakteri kolera. Penyakit ini menular, karena menyebar dari orang ke orang.
Menteri Kesehatan Haiti, Alex Larsen meminta masyarakatnya untuk mencuci tangan mereka sebelum makan, tidak makan sayuran mentah, dan sebelum air diminum, air direbus dahulu hingga mendidih. Larsen juga menyarankan agar warganya tidak mandi dan mengambil air minum dari air sungai.
(berbagai sumber)


Karena Buaya, Pesawat Filair Jatuh

Umumnya pesawat terbang jatuh akibat kerusakan mesin atau akibat serangan teroris, namun yang terjadi pada kasus jatuhnya pesawat penumpang milik Filair, salah satu perusahaan penerbangan di Kongo, Afrika, pada 25 Agustus 2010 lalu, penyebabnya termasuk unik; karena buaya! Kok bisa?

Begini ceritanya. Seperti dikutip VIVAnews dari laman news.com.au, Jumat (22/10/2010), berdasarkan keterangan satu-satunya penumpang yang selamat diketahui kalau entah bagaimana caranya, satu dari sekian penumpang pesawat dengan rute Kinshasa-Bandundu itu ternyata berhasil menyelundupkan seekor buaya yang 'dikurung' dalam sebuah tas olah raga besar.
Nah, ketika pesawat tipe L-410 Mari Turbolet buatan Cekoslowakia itu berada di udara, buaya itu itu lepas dan semua penunpang, juga pramugari, lari ketakutan menuju kokpit. Paniklah pilot Chris Wilson (39) dan co pilot Danny Philemotte (62) karena kabinnya mendadak penuh orang, sementara di badan pesawat ada buaya ganas berkeliaran.
Penumpang yang selamat, namun dirahasiakan namanya itu, mengaku, pilot dan co pilot sempat berusaha keras mengendalikan pesawatnya, namun gagal. Pesawat menghantam sebuah rumah yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari bandara Bandundu, dan terbakar. 19 orang, termasuk pilot, co pilot, dan pramugari, tewas. Begitu juga dua penghuni rumah. Warga Bandundu yang melihat detik-detik jatuhnya pesawat mengatakan, sebelum jatuh, pesawat terlihat mengalami kebocoran bahan bakar, dan patah menjadi dua. Patahan ini langsung jatuh di atas  rumah.
Ironisnya, buaya yang menyebabkan kecelakaan itu malah selamat, meski akhirnya dibunuh oleh regu penyelamat.


Rabu, 20 Oktober 2010

Warga Uganda Teror dan Intimidasi Gay

Sedikitnya 100 gay di Uganda kini hidup dalam ketakutan. Pasalnya, sebuah koran menulis artikel bertajuk '100 homo Uganda', lengkap dengan nama, foto, dan alamat gay-gay tersebut, sehingga masyarakat Uganda yang memang masih anti gay, menjadi reaktif. Mereka tak hanya mengintimidasi para gay itu, tapi juga menyerangnya.

Seperti dikutip dari laman Vivanews, Kamis (21/10/2010), gay-gay itu diserang tak lama setelah artikel tersebut. Rumah para gay itu bukan hanya dilempari batu, tapi juga diiintimidasi ketika berada di jalan, ditangkap secara sewenang-wenang, dilecehkan, dan mengalami kekerasan fisik.
Koran yang memuat artikeltersebut bernama Koran Rolling Stone, namun sama sekali tidak ada hubungannya dengan koran Rolling Stone yang terbit di Amerika.
Sejak dimuatnya artikel ini pada 9 Oktober 2010, sedikitnya empat kaum gay Uganda menjadi sasaran kekerasan dan sisanya berusaha menyelamatkan diri dan bersembunyi.
Artikel ini terbit setelah setahun sebelumnya parlemen Uganda memperkenalkan undang-undang yang memberlakukan hukuman mati atau penjara seumur hidup bagi pelaku homoseksual. Atas desakan dunia internasional, undang-undang ini dipetieskan.
Tidak dilanjutkannya lagi pembahasan mengenai UU ini bukan berarti sentimen anti-homoseksual mereda. Namun, justru semakin berkobar. Menurut laporan dari kelompok Minoritas Seksual Uganda, lebih dari 20 gay mengalami serangan dan 17 lainnya telah ditahan pada setahun terakhir di Uganda. Angka ini bertambah dari dua tahun sebelumnya, sebelum isu UU tersebut dihembuskan.
"Sebelum pengajuan UU ini di parlemen, kebanyakan masyarakat tidak peduli mengenai aktivitas kami. Namun sejak UU itu diajukan, kami banyak dilecehkan oleh orang-orang yang membenci homoseksual,” ujar Patrick Ndede, seorang gay yang berusia 27 tahun, seperti dilansir dari laman Associated Press.
Setelah koran itu terbit, Pemerintah Uganda mengeluarkan larangan terbit bagi koran tersebut. Pelarangan terbit bukan lantaran materi berita, namun karena koran itu memang ilegal. “Setelah koran menyelesaikan dokumen-dokumen, mereka diperbolehkan untuk menerbitkan edisinya lagi,” ujar Paul Mukasa, sekretaris Dewan Pers Uganda.


Google Hadirkan Naskah Laut Mati di Web

Naskah Laut Mati atau Dead Sea Scrolls, naskah yang disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terpenting dalam sejarah manusia, akan segera bisa dinikmati secara online melalui internet.

Seperti diberitakan Vivanews, Kamis (21/10/2010), baru-baru ini Israel Antiquities Authority (IAA) atau otoritas benda antik Israel, telah menunjuk Google untuk mendigitalisasi kumpulan naskah laut mati.
"Ini adalah penemuan terpenting di abad 20, dan kita bisa menyebarkannya dengan teknologi yang paling canggih di abad yang akan datang," kata Project Director IAA, Pnina Shor seperti dberitakan Discovery.com.
Konservasi terhadap manuskrip-manuskrip kuno ini memang menjadi perhatian IAA sejak lama. Perawatan yang kurang optimal serta praktek-praktek display yang dilakukan pada dekade-dekade terakhir, telah menyebabkan konsekuensi 'bencana' bagi kelestarian naskah ini.
Oleh karenanya, IAA memutuskan untuk menyediakan rekaman gambar manuskrip yang bisa mencegah degradasi lebih lanjut. Naskah ini dikhawatirkan tak tahan lagi untuk difoto, karena paparan cahaya dan udara bisa berakibat fatal terhadap naskah-naskah itu.
Oleh karenanya proyek beranggaran USD 3,5 juta (Rp 31,25 miliar) itu akan menggunakan teknologi pencitraan multi-spektral dan pemindaian infra-merah yang dikembangkan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk menyalin naskah-naskah itu ke dalam bentuk digital dengan kualitas render terjernih.
Artefak-artefak itu sendiri kini berada di Museum Israel di Yerusalem. Saat tidak diperlihatkan, artefak itu disimpan di tempat yang gelap, serta ruang penyimpanan dengan suhu, kelembaban, dan cahaya yang dikondisikan persis seperti kondisi di tempat di mana naskah ini ditemukan.
Seluruh Naskah Laut Mati sebenarnya sudah diabadikan melalui foto sejak tahun 1950-an. Namun, akses terhadap foto-foto dan dokumen itu telah dibatasi. Hanya sekitar empat pakar konservasi yang diperbolehkan untuk menangani fragmen-fragmen naskah dan para ilmuwan juga dibatasi waktu mereka untuk mempelajari naskah ini secara langsung.
Naskah Laut Mati merupakan perkamen dan gulungan kulit, papirus, dan tembaga bertuliskan teks-teks berbahasa Ibrani, Yunani, dan Aramaik, yang ditemukan pada 1947 oleh seorang penggembala di gua Qumran, dekat Laut Mati.
Naskah ini terdiri dari 30 ribu fragmen dari 900 manuskrip, yang memuat beberapa teks kuno dari abad 3 SM hingga tahun 70 M. Di antaranya memuat teks injil, dan salah satu yang tertua adalah salinan teks Sepuluh Titah Tuhan (Ten Commandments).
Naskah ini mengungkapkan perkembangan Yudaisme dari periode Hellenistic dan persinggungannya dengan sejarah awal Kristen. Melalui proyek ini, diharapkan gambar pertama naskah ini sudah bisa dinikmati secara online dalam beberapa bulan ke depan.
"Bila sudah online, maka gulungan naskah-naskah ini tak perlu lagi diekspos, dan setiap orang bisa melihatnya secara langsung, di kantor atau sambil duduk di atas sofa rumahnya," imbuh Shor.


Selasa, 19 Oktober 2010

Pakar Salah Hitung, Kiamat Tak Jadi pada 2012

Keraguan banyak orang bahwa kiamat akan terjadi pada 2012, memang beralasan. Karena selain hanya Allah yang tahu kapan kiamat akan terjadi, juga karena banyak yang ragu apakah perhitungan suku Maya bahwa waktu dunia berakhir pada Desember 2012, memang akurat. Dan ternyata memang meragukan.

Seperti dikutip dari laman Vivanews, Rabu (20/10/2010), Tahun 2012 pernah jadi sangat penting dan membuat ketar-ketir gara -gara muncul film Hollywood bertema kiamat, '2012'. Film besutan sutradara Roland Emmerich itu memanfaatkan mitos akhir penanggalan Bangsa Maya, 21 Desember 2012, sebagai hari kehancuran dunia.
Saat ini, tahun 2012 kembali disebut-sebut gara-gara terbit buku berjudul "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World" (Kalender dan Tahun II: Astronomi dan Waktu di Dunia Kuno dan Abad Pertengahan) terbitan tahun 2010.
Namun, jangankan soal kebenaran ramalan kiamat. Buku itu malah mengungkap perhitungan akhir kalender 'Long Count' Maya diduga kuat tidak akurat. Selisihnya bisa 50 sampai 60 tahun.

Bagaimana bisa?

Isu besarnya, saat meneliti kalender kuno, arkeolog berusaha mengkorelasikan frame waktu mereka dengan kalender modern (Gregorian).
Misalnya, momentum-momentum penting Bangsa Maya seperti kelaparan perang, perayaan agama -- diterjemahkan dalam format hari/bulan/ tahun masa kini.
Para ahli Maya berusaha menemukan momentum penting yang bisa menghubungkan kelender 'Long Count' dengan Gregorian.
Untuk itu, para ilmuwan Maya menggunakan faktor korelasi yang dinamakan 'Konstanta GMT'. Inisial GMT didapatkan dari nama penemunya -- Joseph Goodman, Juan Martinez-Hernandez, dan J. Eric S. Thompson.
Adalah profesor Gerardo Aldana dari dari University of California, Santa Barbara yang mempertanyakan validitas korelasi -- berdasarkan adanya miskorelasi peristiwa astronomi di masa lalu.
Aldana menuliskan hal itu dalam bab khusus di buku "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World"
Kata dia, Bangsa Maya adalah astronom yang canggih di jamannya. Mereka juga teliti merekam kejadian di langit saat malam hari.
Bangsa Maya mendokumentasikan fase Bulan, gerhana, dan bahkan melacak pergerakan Planet Venus. Catatan mereka memungkinkan mereka untuk memperkirakan siklus astronomi masa depan dengan akurasi besar.
Menurut Aldana, meski GMT menggunakan sumber bukti astronomi, arkeologi, sejarah untuk mengkorelasikan 'Long Count' dengan kalender modern, ada keraguan ketika bukti-bukti itu ditafsirkan dari artefak Maya kuno dan teks kolonial.
Misalnya, peristiwa penting, tanggal pertempuran yang ditetapkan penguasa Dos pilas (situs Maya di Guatemala). Penguasa Balaj Chan K’awiil memilih tanggal ini berdasarkan penampakan 'Chak Ek'.
Oleh arkeolog Stockholm University, Johan Normark, 'Chak Ek' diartikan sebagai Venus. Namun, Aldana dalam studinya menentang hal itu. Kata dia, 'Chak Ek' adalah meteor.
Bayangkan, jika kejadian dikorelasikan dengan Venus tapi sejatinya itu berkaitan dengan peristiwa acak seperti halnya penampakan meteorit? Jelas hasil dari menghubung-hubungkan waktu dalam kalender Maya dengan kalender modern acak-acakan dan pasti selisih.
Dalam tulisannya, Aldana menyajikan beberapa alasan mengapa konstanta GMT tak bisa diandalkan. Dia bukan orang pertama yang meragukannya.
Namun, penelitian lebih lanjut seperti penentuan waktu dengan radiokarbon perlu dilakukan untuk mendukung dalilnya.
Jadi, masih percaya kiamat bakal terjadi 2012?


Eks Simbol Seks Dunia Jadi Balon Presiden Perancis

Bom sex era 1970-an, Brigitte Bardot, mengejutkan masyarakat di negaranya, Perancis. Pasalnya, artis yang pada 1973 mengundurkan diri dari dunia hiburan 'hanya' untuk menjadi aktivis hak pembela binatang ini, mengajukan diri sebagai bakal calon (balon) presiden pada Pemilu 2012.

Bardot yang kini berusia 76 tahun, dilamar Partai Aliansi Ekologi Perancis untuk menantang Presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang juga akan maju lagi pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang. Partai itu melamar Bardot, karena memiliki aktivitas yang sama dengan Bardot, yakni pembela hak-hak binatang.
Bardot telah menulis surat kepada Presiden Sarkozy kalau mereka mungkin akan bertarung pada pilpres 2012, karena Sarkozy "telah memperlakukannya seperti orang tolol". Perlakuan itu diterima, karena Bardot dan kelompoknya menginginkan agar pemerintah mewajibkan pemberian bius kepada hewan yang akan disembelih.
"Karena Anda melakukan hal yang berlawanan dengan kata-kata sendiri, saya sedang mempelajari tawaran dari Aliansi Ekologi Independen untuk menjadi calon presiden mereka pada 2012," tulis Bardot dalam suratnya yang dipublikasikan media Perancis dan dikutip Kompas.com, Selasa (19/10/2010), dari laman Daily Mail.
Kelompok pencinta binatang tampaknya sangat yakin untuk memilih Bardot.
"Menurut kami, ia adalah orang yang paling tepat untuk mewakili kami sebagai presiden. Jika ia menerima pencalonan itu, maka keputusan akhir akan diambil tahun depan," kata Ketua Partai Ekologi Antoine Waechter.
Kabar bahwa Bardot tertarik pada kursi kepresidenan, sedikit mengejutkan karena sebulan sebelumnya, dalam wawancara dengan majalah FRANCE, ia mengatakan bahwa politik adalah sesuatu yang membuatnya jijik.
"Saya benar-benar dibingungkan oleh orang-orang tolol dari politik. Politik membuat saya jijik," kata Bardot dalam majalah itu.
Opini dan pandangan Bardot yang kontroversial menjadikannya selalu dalam pantauan media. Ia terkenal sangat keras mengkritik imigrasi dan homoseksualitas di Perancis. Ia pernah empat kali didenda karena pidatonya yang rasis dan anti-gay.
Pada 2008 ia mencela calon wakil presiden AS, Sarah Palin, dengan mengatakannya sebagai "aib bagi perempuan" dan menggambarkannya sebagai perempuan yang "bodoh".
Pada tahun yang sama ia didenda sebesar 15.000 poundsterling karena menulis bahwa umat Islam akan menghancurkan Perancis.
Sekarang ia sedang berjuang melawan rencana sutradara Hollywood, Kyle Newman, untuk membuat film tentang hidupnya. Bardot menentang rencana itu karena, menurutnya, sebuah film tidak bisa secara akurat menggambarkan dirinya.
"Sebuah film tentang hidup saya? Saya belum mati!" ketusnya ketika diwawancara radio lokal Perancis, Europe 1.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...